Posted by : Sandy Nugroho Sunday, July 8, 2012


Cara Merawat Burayak Cupang Usia 2 Minggu


         Pertanyaan yang sering muncul dari para pemula yang baru pertama kali memijahkan cupang adalah mengapa burayak sering mati di minggu-minggu pertama, mengapa indukan jantan memakan telur dan anaknya sendiri, bagaimana memberikan pakan pada burayak yang masih kecil-kecil, dan lainnya.
Banyak pemula yang gagal melewati dua minggu pertama dalam masa perkembang biakan cupang, baik itu cupang hias, cupang adu maupun cupang alam. Sesungguhnya peternak berpengalaman pun tidaklah selalu sukses memijahkan cupang karena bagaimanapun cupang adalah mahluk hidup yang perkembangbiakannya diatur pula oleh campur tangan Yang Maha Kuasa. Seorang peternak cupang yang berpengalaman sudah dapat dikatakan berhasil apabila mencapai tingkat keberhasilan (SR = Success Rate) minimum 60%..

Namun untuk meningkatkan SR-nya, melalui percobaan yang terus menerus, diperolehlah beberapa hal-hal yang menjadi kunci sukses yang perlu diperhatikan dalam beternak cupang terutama dalam masa-masa kritis 2 minggu pertama kehidupannya yakni:


Indukan
Indukan memegang peranan penting dalam pemijahan baik induk jantan maupun induk betina. Pilihlah indukan yang sudah matang untuk berpijah yakni yang sudah cukup umur. Cupang memasuki masa produktif setelah berumur lebih dari 4 bulan, maka sebaiknya dipilih yang berumur 6 bulan yang sudah benar-benar matang. Induk jantan yang sehat, tidak cacat dan memiliki gen yang baik dan harus lebih besar daripada induk betinanya karena ketika memijah dia harus mampu menggulung betinanya agar proses pemijahan berlangsung sempurna. Jantan yang sehat akan dapat memproduksi sarang busa yang cukup untuk menempatkan telur-telurnya dan dapat bekerja keras naik turun aquarium merawat burayaknya setelah menetas. Induk betina harus yang sudah terlihat gemuk berisi telur dan siap memijah. Induk jantan akan memegang peranan penting dalam pemeliharaan burayak dalam masa kritis dua minggu pertama. Induk jantan yang baik adalah yang dapat merawat telur dan anak-anaknya. Induk jantan sebaiknya tetap berada bersama anak-anaknya selama dua minggu pertama tersebut sementara induk betina langsung diambil dari aquarium pemijahan segera setelah bertelur.

Air
Air sangat berpengaruh atas kelangsungan hidup burayak yang baru ditetaskan. Kondisi air harus stabil dan sesuai dengan habitat cupang hias. Parameter air seperti suhu, pH, dan kesadahan harus tetap terjaga dan tidak ada perubahan yang drastis. Suhu yang disarankan 24-26 derajat Celsius, pH 6,5 – 7,2 dan hardness 8,5 – 10 dH. Air juga harus bersih dari sisa-sisa makanan dan kotoran. Kadar amonia terlarut dalam air yang terdekomposisi menjadi nitrit dapat meningkat, apabila terdapat banyak kotoran sehingga akan menguruangi kadar oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh burayak. Bila kandungan nitrit melebihi 0,2mg/liter air akan membahayakan kehidupan cupang. Amonia yang tinggi juga dapat menjadi racun bagi ikan, maka usahakan dalam pemberian pakan burayak tidak berlebihan. Induk jantan juga berfungsi untuk dapat menghabiskan sisa makanan yang ada dalam aquarium, tetntunya dengan jumlah yang sesuai. Air dapat diganti sebagian setelah usia burayak 10 hari, dengan disiphon kotorannya dan diberikan air baru sebanyak air yang hilang.

Pakan
Burayak membutuhkan makanan yang sesuai dengan ukuran mulutnya, dan banyak kasus kematian burayak akibat kelaparan karena tidak tersedianya pakan yang cukup dan sesuai dengan kebutuhannya. Pakan yang baik tentunya adalah pakan yang hidup, namun jika tidak tersedia dapat diberikan pakan buatan berupa pelet. Pemberian pakan jangan berlebihan karena sisa makanan dapat menjadi busuk dan meracuni ikan. Pakan hidup yang umum diberikan adalah infusoria, microworm, vinegar eel, artemia, daphnia (kutu air). Atau dalam bentuk pakan buatan seperti kuning telur rebus, cairan liquifry #1 dan pelet khusus burayak. Yang harus diperhatikan adalah porsi makanan, sebaiknya pakan dapat dihabiskan oleh cupang dalam waktu dua menit dan diberikan dua kali sehari pagi dan sore.

Kondisi Lingkungan
Kondisi cuaca akhir-akhir ini sangat tidak bersahabat karena sering berubah-ubah. Cuaca sangat berpengaruh terhadap kehidupan burayak. Perubahan suhu udara yang drastis berakibat pada perubahan suhu air dalam aquarium pemijahan. Burayak menghendaki suhu yang stabil karena masih sangat rentan. Hindarkan aquarium dari sengatan panas langsung dan hujan. Sebaiknya ditempatkan pada ruangan yang jauh dari perubahan cuaca luar.

Gangguan Luar
Pasa saat pemijahan sebaiknya aquarium pemijahan ditutup, baik disamping didinding aquarium maupun diatasnya dengan mempergunakan kertas koran atau penutup lainnya. Induk cupang akan stress apabila ada gangguan dari luar seperti lalu lalang orang, tikus, kucing bahkan juga pemilik cupang yang bersangkutan, terutama pemula yang sangat ingin tahu perkembangan pemijahan, seringkali melihat-lihat ikannya sehingga secara tidak sadar membuat induk jantan terganggu. Akibatnya cupang induk jantan dapat memakan anaknya dalam upaya melindunginya.

Penggunaan kolam pendederan
Kolam pendederan yang lebih luas dapat membantu untuk pertumbuhan burayak sehingga lebih cepat besar. Burayakan dapat dipindahkan ke kolam pendederan pada umur tujuh hari. Kolam pendederan juga memberikan kesempatan untuk cupang dapat menikmati ruang gerak yang lebih luas. Yang perlu diperhatikan adalah parameter air antara aquarium pemijahan dan kolam pendederan sebaiknya sama, agar perubahan lingkungan tidak menyebabkan kematian pada burayak. Induk jantan dapat dipindahkan sekalian ke dalam kolam pendederan hingga usia burayak dua minggu.
 

Demikian tip-tip pemeliharaan burayak cupang dalam melewati usia kritis dua minggu pertama dalam kehidupannya. Semoga berguna dan sukses dalam beternak cupang.

Bisa download filenya:
Semoga membantu…

Salam Ngedok…
[^^,]

{ 18 komentar... read them below or Comment }

  1. Replies
    1. Bagaimana...??
      Berhasil bray...??
      :D

      Delete
  2. bagus.. thx unk sharing nya
    usul donk.. kasih foto unk anakan ikan cupang nya. dari umur seminggu hingga dewasa.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih...
      Wah usulnya bagus juga...
      Tunggu ya Postingan Fotonya...
      [^^,]

      Delete
  3. Replies
    1. semoga pstingan ini bisa membantu... :)

      Delete
  4. Besar anak cupang itu seperti apa ?

    ReplyDelete
  5. Pngen tau nih foto ank cupang,,
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah saya sudah pensi dari dunia Betta sp.
      :p

      Delete
  6. Pngen tau nih foto ank cupang,,
    :D

    ReplyDelete
  7. Makasih info nya gan......
    Saya tambah sedikit pengalaman....:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimkasih kembali gan... :D
      semoga tingkat keberhasilannya bisa lebih tinggi... :)

      Delete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. Mas bro, cupang yg saya kawinkan malah makan telurnya sendiri yg jantan dan betinanya, jd waktu telur sudah mulai kluar saat ikan kompoi telurnya malah d makan bukan d taruh d sarang, mohon penjelasannya ya mas bro

    ReplyDelete
  10. Mas bro, cupang yg saya kawinkan malah makan telurnya sendiri yg jantan dan betinanya, jd waktu telur sudah mulai kluar saat ikan kompoi telurnya malah d makan bukan d taruh d sarang, mohon penjelasannya ya mas bro

    ReplyDelete

Blogroll

Jumlah Tayang Halaman

Powered by Blogger.

Copyright © Sandy's Blog -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan